~~~
bulan Agustus, adalah bulan dimana Indonesia mendapatkan kemerdekaannya dengan mengumandangkan proklamasi. harapannya di bulan inin aku juga bisa begitu, lepas dari rasa galau yang menjajah diriku sendiri.
aku saat ini tengah menempuh tugas akhirku sebagai seorang mahasisiwi yang memiliki tuntutan akademis juga punya tanggungjawab organisasi. ku rasa ini memang saat-saat terakhirku di kampus, jadi aku memang ingin menuntaskan segalanya dengan setunas-tuntasnya.
galau yang menjajah diriku bukanlah galau yang berasal dari luar seperti temen-temen seusiaku sering mengeluhkan, seperti gara-gara pertanyaan; kapan wisuda? pacarnya mana? kapan nikah? kuliah terus ngga pengen nikah? dsb. BUKAN, yes BUKAN itu yang membuatku galau.
untuk memahamiku setidaknya kalian perlu berkenalan denganku terlebih dahulu. yes, karena ini memang blog baru.
namaku Liana, aku mahasiswi UIN Walisongo angkatan masuk 2013. aku mahasiswi jurusan pendidikan Matematika. sama seperti matematikawan barat bernama Bertrand Russel, aku juga dilahirkan pada tanggal 18 Mei. selain menggemari matematika, aku juga sangat antusias terhadap kajian filsafat. bagiku keduanya merupakan hal yang membuatku dapat mensyukuri nikmat Tuhan.
awal aku masuk UIN aku tinggal di asrama putri bernama Ma'had Walisongo, tempat ini memiliki julukan Penjara Suci bagi para penghuninya. hidup dengan penuh aturan dan satpam yang tidak lemah lembut (read: kejam). pada suatu kesempatan, di tahun yang sama itu aku mengikuti acara penerimaan anggota baru PMII yaitu MAPABA, and yes my world has canged. tiga hari itu mengubah duniaku selanjutnya, aku resmi tergabung sebagai anggota PMII, meskipun tidak begitu aktif kala itu aku mempunyai cukup banyak teman, hingga ahirnya seusai lulus dari Ma'had Walisongo aku total untuk bergelut di organisasi itu, yap, PMII.
singkat cerita aku sampai detik ini masih aktif menjadi pengurus PMII di tingkat komisariat, dan karena aktif di PMII pula aku dipercaya sahabat-sahabatku untuk menjadi sekretaris DEMA UIN Walisongo, andddddd kegalauanku dimulai disini.
ada desakan dalam hati kecilku untuk mengerjakan skripsi, dan mengejar tugas tugas akademik. tapi pikiran sadarku mengatakan agar aku melaksanakan tanggung jawab organisasiku dengan baik. di komisariat aku masih ada tanggungan untuk membukukan profil senior, di DEMA masih ada beberapa program besar, salah satunya PBAK dan Orsenik. jadi mana mungkin aku setega itu berbahagia mengerjakan skripsi di atas terbengkalainya tanggungjawab organisasi.
sebenarnya kadang aku merasa bisa sih melakukan semuanya dalam waktu yang bersamaan. tapi sekali lagi galau ternyata justru membuatku lamaa sekali untuk bertindak, bahkan cenderung menunda.
bukan apa-apa, aku hanya tak tega pada orang tuaku yang tengah begitu semangat menunggu kelulusanku, kelulusan anak terakhirnya, dan anak satu-satunya yang akan diwisuda. aku berharap dengan sedikit bercerita aku bisa sedikit menyemangati diriku sendiri lah yaa.. oke sementara itu dulu karena time is up. saatnya belajar dan bekerja, nanti malah tertunda-tunda kalau terus bercerita. wkkwk
:*
aku saat ini tengah menempuh tugas akhirku sebagai seorang mahasisiwi yang memiliki tuntutan akademis juga punya tanggungjawab organisasi. ku rasa ini memang saat-saat terakhirku di kampus, jadi aku memang ingin menuntaskan segalanya dengan setunas-tuntasnya.
galau yang menjajah diriku bukanlah galau yang berasal dari luar seperti temen-temen seusiaku sering mengeluhkan, seperti gara-gara pertanyaan; kapan wisuda? pacarnya mana? kapan nikah? kuliah terus ngga pengen nikah? dsb. BUKAN, yes BUKAN itu yang membuatku galau.
untuk memahamiku setidaknya kalian perlu berkenalan denganku terlebih dahulu. yes, karena ini memang blog baru.
namaku Liana, aku mahasiswi UIN Walisongo angkatan masuk 2013. aku mahasiswi jurusan pendidikan Matematika. sama seperti matematikawan barat bernama Bertrand Russel, aku juga dilahirkan pada tanggal 18 Mei. selain menggemari matematika, aku juga sangat antusias terhadap kajian filsafat. bagiku keduanya merupakan hal yang membuatku dapat mensyukuri nikmat Tuhan.
awal aku masuk UIN aku tinggal di asrama putri bernama Ma'had Walisongo, tempat ini memiliki julukan Penjara Suci bagi para penghuninya. hidup dengan penuh aturan dan satpam yang tidak lemah lembut (read: kejam). pada suatu kesempatan, di tahun yang sama itu aku mengikuti acara penerimaan anggota baru PMII yaitu MAPABA, and yes my world has canged. tiga hari itu mengubah duniaku selanjutnya, aku resmi tergabung sebagai anggota PMII, meskipun tidak begitu aktif kala itu aku mempunyai cukup banyak teman, hingga ahirnya seusai lulus dari Ma'had Walisongo aku total untuk bergelut di organisasi itu, yap, PMII.
singkat cerita aku sampai detik ini masih aktif menjadi pengurus PMII di tingkat komisariat, dan karena aktif di PMII pula aku dipercaya sahabat-sahabatku untuk menjadi sekretaris DEMA UIN Walisongo, andddddd kegalauanku dimulai disini.
ada desakan dalam hati kecilku untuk mengerjakan skripsi, dan mengejar tugas tugas akademik. tapi pikiran sadarku mengatakan agar aku melaksanakan tanggung jawab organisasiku dengan baik. di komisariat aku masih ada tanggungan untuk membukukan profil senior, di DEMA masih ada beberapa program besar, salah satunya PBAK dan Orsenik. jadi mana mungkin aku setega itu berbahagia mengerjakan skripsi di atas terbengkalainya tanggungjawab organisasi.
sebenarnya kadang aku merasa bisa sih melakukan semuanya dalam waktu yang bersamaan. tapi sekali lagi galau ternyata justru membuatku lamaa sekali untuk bertindak, bahkan cenderung menunda.
bukan apa-apa, aku hanya tak tega pada orang tuaku yang tengah begitu semangat menunggu kelulusanku, kelulusan anak terakhirnya, dan anak satu-satunya yang akan diwisuda. aku berharap dengan sedikit bercerita aku bisa sedikit menyemangati diriku sendiri lah yaa.. oke sementara itu dulu karena time is up. saatnya belajar dan bekerja, nanti malah tertunda-tunda kalau terus bercerita. wkkwk
:*
Komentar
Posting Komentar